Hajarbicara – Sebanyak 37 mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) resmi menyandang status sarjana setelah mengikuti Yudisium Sarjana yang digelar Senin (28/9/2026).
Momentum yudisium tersebut tidak hanya menjadi penanda berakhirnya masa studi, tetapi juga menjadi pengingat bagi para lulusan bahwa tantangan sesungguhnya baru dimulai setelah meninggalkan bangku kuliah.
Dekan FISIP Unsrat, Ferry Daud Liando, dalam sambutannya meminta para sarjana baru untuk terus meningkatkan kapasitas diri dan membangun kemandirian sebagai bekal menghadapi dunia kerja.
Baca juga: Standius Bara Prima di Fisip Unsrat: Pilih Pergaulan Positif, Berani Tolak Narkoba
Menurut Liando, ijazah merupakan bukti bahwa seseorang telah menyelesaikan proses pendidikan, namun bukan satu-satunya modal untuk menghadapi persaingan profesional.
“Ijazah itu hanya membuktikan kalian telah berproses dalam pendidikan. Perjuangan belum selesai, ijazah bukan satu-satunya alat. Yang paling penting adalah bagaimana membangun kapasitas pribadi untuk berkompetisi di dunia kerja,” ujar Liando.
Ia juga mengingatkan para lulusan agar mulai membangun kehidupan yang mandiri dan tidak terus bergantung kepada orang tua.
Baca juga: Bukan Sekadar Tangkap! GPN 08 Desak Kasus 16 Ribu Liter Solar Subsidi di Bolmut Diusut Tuntas
Liando menilai kesiapan memasuki dunia profesional tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga kedewasaan, sikap, karakter, kemampuan beradaptasi, serta kemauan untuk terus belajar.
Dalam kesempatan tersebut, ia menggambarkan tiga karakter mahasiswa, yakni mahasiswa pasif, mahasiswa administratif, dan mahasiswa intelektual.
Menurutnya, mahasiswa yang mampu mengembangkan kemampuan kepemimpinan, aktif berorganisasi, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial mempunyai modal pengalaman yang penting ketika memasuki dunia kerja.
“Mahasiswa intelektual tidak hanya memikirkan diri sendiri, tetapi juga melatih kepemimpinan dan dedikasi. Pengalaman menunjukkan, tipe ini paling cepat terserap di dunia kerja dan kariernya berkembang pesat,” katanya.
Baca juga: Solar Diduga “Dikumpulkan” dari Banyak SPBU, Jejak Ci Linda Menjadi Sorotan
Pimpinan FISIP Unsrat juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang telah memberikan dukungan selama proses pendidikan hingga anak-anak mereka menyelesaikan studi.
Para lulusan kemudian diingatkan untuk tetap menjaga hubungan dengan almamater meski telah menyelesaikan pendidikan di FISIP Unsrat.
Liando juga meminta alumni berpartisipasi dalam pengisian tracer study. Data tersebut dinilai penting untuk membantu fakultas melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan pendidikan sekaligus mendukung penguatan akreditasi dan peningkatan tata kelola program studi.
Yudisium tersebut menjadi awal bagi 37 lulusan FISIP Unsrat untuk melanjutkan perjalanan di tengah dunia profesional dengan membawa bekal ilmu, pengalaman, karakter, dan kapasitas yang telah dibangun selama berada di lingkungan kampus.
