IMG-20260928-WA0010
Spread the love

Hajarbicara — Upaya membentengi generasi muda dari penyalahgunaan narkoba terus dilakukan Garda Nusantara Sulawesi Utara.

Lingkungan perguruan tinggi menjadi salah satu sasaran edukasi dengan menyambangi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Senin (28/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, ratusan mahasiswa mendapatkan pembekalan mengenai berbagai risiko yang dapat ditimbulkan akibat penyalahgunaan narkotika dan zat adiktif lainnya.

Garda Nusantara Sulut menghadirkan Ketua Dewan Pembina, Standius Bara Prima, M.I.Kom., sebagai salah satu pemateri. Materi pencegahan juga disampaikan oleh tim Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Manado.

Kegiatan ini turut dihadiri Dekan Fisip Unsrat, Dr. Ferry Liando, serta Ketua Garda Nusantara Sulawesi Utara, Miracle Sengkey.

Ferry Liando menilai edukasi kepada mahasiswa merupakan langkah penting dalam membangun kesadaran generasi muda mengenai bahaya narkoba.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Garda Nusantara Sulut yang menjadikan Fisip Unsrat sebagai tempat pelaksanaan kegiatan tersebut.

Menurut Liando, persoalan narkoba tidak dapat dipandang sebatas masalah individu. Dampaknya dapat merambah kehidupan sosial dan, dalam pandangan yang disampaikannya, berpotensi memengaruhi kualitas generasi penerus suatu negara.

“Ketika anak mudanya menggunakan narkoba, maka tidak akan ada lagi pemimpin (masa depan) yang kuat,” kata Liando.

Materi kemudian dilanjutkan oleh Diane Kawatu dari BNNK Manado. Ia menguraikan sejumlah jenis narkoba dan zat adiktif yang perlu diwaspadai masyarakat, termasuk penggunaan obat-obatan tertentu yang semestinya berada dalam pengawasan medis.

Penyalahgunaan alkohol, lem ehabond, maupun obat-obatan keras juga menjadi perhatian dalam edukasi tersebut karena dapat menimbulkan ketergantungan dan berbagai persoalan bagi penggunanya.

Di hadapan para mahasiswa, Standius Bara Prima mengingatkan pentingnya keberanian untuk menolak segala bentuk ajakan menggunakan maupun mengedarkan narkoba.

Ia menjelaskan bahwa ketergantungan terhadap zat berbahaya dapat membawa konsekuensi terhadap kondisi biologis, psikologis hingga hubungan sosial seseorang.

“Harus berani menolak. Tegas mengatakan tidak untuk menggunakan atau mengedarkan narkoba,” ujar Standius.

Selain keberanian untuk menolak, mahasiswa juga diminta cermat menentukan lingkungan pertemanan. Standius mendorong anak muda mengisi waktu dengan aktivitas yang produktif serta bergabung dalam komunitas maupun organisasi yang memberikan ruang bagi pengembangan kemampuan dan potensi diri.

Ia berharap mahasiswa Fisip Unsrat tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi ikut mengambil peran dalam membangun lingkungan kampus yang terbebas dari penyalahgunaan narkoba.

“Mari kita menjadi teladan untuk ikut menciptakan lingkungan kampus yang aman dan bersih narkoba,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *