Frits Herman Pangemanan direkomendasikan menjadi anggota Pontifical Academy of Social Sciences (PASS) di Roma, Vatikan, mewakili akademisi ilmu sosial Indonesia dari kawasan Asia.

Frits Herman Pangemanan (kiri) bersama Basuki Hadimuljono, Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN). Frits merupakan akademisi Indonesia di Filipina yang direkomendasikan menjadi anggota Akademi Ilmu Sosial Kepausan di Vatikan, hingga mendapat dukungan untuk menjadi duta besar RI di Filipina. (Foto: dok. Istimewa)

Spread the love

Poin Penting:

  • Frits Herman Pangemanan direkomendasikan menjadi anggota Pontifical Academy of Social Sciences (PASS) di  Vatikan, Roma mewakili akademisi ilmu sosial Indonesia dari kawasan Asia.
  • Frits memiliki rekam jejak akademik di Filipina, termasuk pendidikan doktoral di Ateneo de Manila University dan pengalaman mengajar serta mendukung kegiatan akademik KBRI Manila.
  • Di tengah proses keanggotaan PASS, Frits juga mendapat dukungan luas untuk menjadi Dubes RI untuk Filipina, dengan pengalaman panjang di bidang akademik dan kajian Indonesia-Filipina.

 

HajarBICARA – Nama akademisi Indonesia Dr. Frits Herman Pangemanan, M.Sc., kini berada dalam proses menuju Pontifical Academy of Social Sciences (PASS) di Vatikan, Roma – Italia.

Di saat yang sama, akademisi yang lama berkarya di Filipina itu juga tengah mendapat dukungan luas untuk menjadi Duta Besar Republik Indonesia untuk Filipina.

Frits direkomendasikan menjadi anggota PASS oleh Mina M. Ramirez, Ph.D., Presiden Emerita Asian Social Institute (ASI) sekaligus Ketua Dewan Pengawas ASI.

Baca juga: Mengapa Yesus Disebut Imam Agung dan Perantara Sempurna dalam Surat Ibrani?

Surat rekomendasi tersebut telah dikirimkan kepada PASS dan mendapat respons dari Kardinal Peter Turkson selaku Kanselir lembaga tersebut.

“Surat rekomendasinya telah dikirimkan Mina M. Ramirez tahun lalu. Sudah direspons pihak Pontifical Academy of Social Sciences juga. Sekarang lagi proses penetapan dari pihak Pontifical Academy of Social Sciences,” kata Frits kepada media di Jakarta, Sabtu (19/9/2026), dikutip HajarBICARA.com dari Garuda.24jamnews.com.

Menurut Frits, proses tersebut masih menunggu keputusan PASS. Ia mengatakan rekomendasi diberikan untuk mewakili Indonesia dalam keterwakilan akademisi ilmu sosial dari kawasan Asia.

PASS merupakan akademi ilmiah kepausan yang didirikan Paus Yohanes Paulus II pada 1 Januari 1994.

Lembaga ini mengembangkan kajian ilmu sosial, termasuk ekonomi, sosiologi, ekologi, hukum, dan ilmu politik, dengan anggota yang berasal dari ilmuwan dan akademisi berbagai negara.

Baca juga: Soroti 76 Ribu Ha Karhutla, IRI Indonesia Desak Pemerintah Tegakkan Hukum dan Cegah Deforestasi

Rekomendasi terhadap Frits tidak terlepas dari rekam jejak akademiknya. Ia menyelesaikan pendidikan magister bidang sosial, sosiologi, dan antropologi di ASI Manila dengan predikat Summa Cum Laude.

Pendidikan doktoral kemudian ditempuhnya di Ateneo de Manila University (ADMU), Filipina, dengan konsentrasi ilmu sosial. Kajian akademiknya berfokus pada sosiologi dan antropologi.

Selama berkiprah di Filipina, Frits juga terlibat dalam kegiatan akademik yang berkaitan dengan Indonesia. Ia mendapat kepercayaan KBRI Manila untuk mengajar di pusat studi bahasa, budaya, dan sejarah Indonesia.

Ia juga dipercaya menulis naskah pidato dan sambutan Duta Besar serta Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Manila. Selain itu, Frits menjadi dosen tamu ADMU untuk bidang bahasa, kebudayaan, dan sejarah Indonesia.

Kegiatan tersebut dilakukan melalui Modern Languages Department di bawah School of Humanities serta Ateneo Center for Asian Studies (ACAS).

Baca juga: Sentuhan BRI Peduli Hadirkan Ruang Kelas Baru untuk Santri Diniyah Darul Falah Pasuruan

Di bidang publikasi, Frits telah menulis lebih dari 25 buku dalam bahasa Indonesia dan Inggris serta berbagai artikel ilmiah tentang antropologi dan Asian Studies.

Sejak 2020, ia dipercaya memimpin Pusat Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Graduate Studies di Asian Social Institute Manila.

Kiprah panjang tersebut kini berjalan beriringan dengan dukungan terhadap Frits untuk menjadi Dubes RI untuk Filipina.

Selain itu, hingga Sabtu (19/9/2026), belum ada keputusan resmi mengenai penetapan dirinya sebagai anggota PASS maupun Dubes RI untuk Filipina.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *