Sarasehan Kitab Suci oleh Teolog Biblis, YM Seto Marsunu, M.Th membahas peran Yesus sebagai Imam Agung dalam Surat Ibrani secara membumi, diakhiri dengan tanya jawab, penyerahan cendera mata, dan makan siang bersama. (dok. Hajarbicara.com)
HajarBICARA – Pernahkah Anda merasa ada jarak antara diri yang penuh kelemahan dengan Allah yang Maha Kudus? Jembatan apa yang benar-benar bisa menghubungkan kita dengan-Nya? Jawabannya terungkap tuntas dalam Surat Ibrani.
Suasana kebersamaan yang hangat tampak di Aula Paroki St. Thomas, Kelapa Dua, Depok, pada Sabtu (19/9/2026).
Seksi Kitab Suci Bidang Pendampingan Iman Paroki St. Thomas sukses menggelar Sarasehan Kitab Suci yang dihadiri oleh perwakilan 9 wilayah dalam ruang belajar iman yang interaktif.
Acara yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 13.00 WIB ini diawali dengan sambutan hangat dari Romo Paroki St. Thomas, RD Heru Wihardono.

Baca juga: Soroti 76 Ribu Ha Karhutla, IRI Indonesia Desak Pemerintah Tegakkan Hukum dan Cegah Deforestasi
Dalam pengantarnya, beliau mengapresiasi kehadiran umat dan menegaskan pentingnya menjadikan pendalaman Kitab Suci sebagai kompas rohani untuk menghadirkan kasih Allah dalam kehidupan sehari-hari.
Kupas Tuntas Santai Bersama Pakar Biblis YM Seto Marsunu
Sesi inti menghadirkan narasumber nasional yang sudah sangat akrab di dunia biblis, yakni Yohanes Mikael (YM) Seto Marsunu, M.Th.
Pria berambut gondrong itu merupakan teolog biblis lulusan St. Peter’s Pontifical Institute, Bangalore, India (2005), staf Lembaga Biblika Indonesia (LBI), pengajar Kursus Pendidikan Kitab Suci (KPKS) di berbagai paroki, serta penulis puluhan buku rohani.

Alih-alih menyajikan kuliah teologi yang kaku, Seto sukses membawakan materinya dengan sangat rileks, penuh kehangatan, dan menyenangkan.
Menggunakan bahasa yang sederhana, materi teologis yang berbobot terasa begitu renyah, membumi, dan sangat mengena dengan realitas kehidupan sehari-hari umat Katolik.
Baca juga: Sentuhan BRI Peduli Hadirkan Ruang Kelas Baru untuk Santri Diniyah Darul Falah Pasuruan
Inti Surat Kepada Umat Ibrani Kristus Sang Imam Agung
Dalam pemaparannya, narasumber mengajak umat menyelami pesan utama Surat Kepada Umat Ibrani mengenai keutamaan Kristus:

Imam Besar yang Agung menurut Peraturan Melkisedek: Kitab Ibrani secara eksplisit menggambarkan Yesus sebagai Imam Agung atau Imam Besar yang Agung. Peran-Nya memiliki keunikan tersendiri karena dijalankan menurut peraturan Melkisedek, yang jauh berbeda dan melampaui sistem keimaman Lewi kuno.
Imam Agung yang Kekal dan Kurban Paripurna: Yesus disebut sebagai Imam Agung yang kekal karena Ia mempersembahkan diri-Nya sendiri satu kali untuk selama-lamanya, menjadikan kurban-Nya sebagai penebusan dosa yang tuntas dan menyeluruh bagi umat manusia.
Baca juga: Kendaraan Dibakar, Sopir Angkutan Ditemukan Tewas di Jalur Wamena–Mbua
Imam yang Mampu Bersimpati: Berbeda dari gambaran ilahi yang jauh, Yesus adalah sosok yang mampu bersimpati terhadap kelemahan manusia, sehingga umat dapat mendekati takhta kasih karunia-Nya dengan penuh keberanian dan kehangatan.

Penutup Penuh Keakraban

Sarasehan yang membuka wawasan baru ini ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif, penyerahan cendera mata kepada narasumber, serta diakhiri dengan makan siang bersama yang semakin mempererat kebersamaan antarwilayah di Paroki St. Thomas Kelapa Dua.*
Sumber: HajarBICARA.com
