Ziarah Cammino Santa Maria sepanjang 27 km rute Ekafalo–Lurasik menjadi ziarah lintas alam pertama di Indonesia Timur yang tercatat di MURI. (dok. Istimewa)
Poin Penting
- Ziarah Cammino Santa Maria sepanjang 27 km rute Ekafalo–Lurasik menjadi ziarah lintas alam pertama di Indonesia Timur yang tercatat di MURI.
- Selain berziarah, 1.108 peserta jalan kaki memungut sampah di sepanjang jalur sebagai simbol gerakan merawat alam dari bencana ekologis.
- Acara yang didukung HBT pimpinan Andreas Sofiandi ini melibatkn 2.148 umat dan diakhiri penyerahan piagam MURI kepada Uskup Atambua Mgr. Dominikus Saku, Pr.
HajarBICARA – Ziarah lintas alam Cammino Santa Maria Ekafalo–Lurasik sepanjang 27 kilometer resmi memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai ajang ziarah pertama dan terbesar di wilayah Indonesia Timur.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 3 September 2026 ini memadukan prosesi keimanan dengan aksi nyata pelestarian lingkungan.
Baca juga: Hemat Energi Bagian dari Agama? Ini Langkah PP Muhammadiyah

Diikuti total 2.148 umat dan 1.108 peziarah yang berjalan kaki, para peserta dibekali kantong plastik sampah untuk memungut sampah di sepanjang rute perjalanan. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap ancaman bencana ekologis saat ini.
Pimpinan Himpunan Bersatu Teguh (HBT) sekaligus sponsor utama kegiatan, Andreas Sofiandi, menjelaskan bahwa Cammino Santa Maria dirancang untuk mengajak umat mencintai alam sekitar.

“Ini merupakan Cammino pertama yang kita selenggarakan di Indonesia Timur dengan rute sepanjang 27 KM dengan peserta terbanyak,” ungkap Andreas di tengah rute perjalanan.

Ziarah ini dimulai dari Kapela Ekafalo, Kecamatan Insana, setelah dilepas oleh Bupati Timor Tengah Utara Falentinus Dellasale Kebo dan Bupati Belu Willybrodus Lay. Menempuh jalur alam melalui tujuh pos persinggahan, rombongan peziarah mengakhiri perjalanan di Gereja Santa Maria Goreti Paroki St. Petrus dan Paulus Lurasik.

Ketua Panitia, Marselinus Manek, menyampaikan apresiasinya atas keterlibatan seluruh pihak serta dukungan penuh dari tim HBT.
“Atas nama panitia, para Pastor dan seluruh umat Paroki St. Petrus dan Paulus Lurasik, kami sampaikan terima kasih berlimpah kepada Bapak Andreas dan Tim HBT yang telah menaruh perhatian besar kepada Umat Paroki Lurasik,” kata Marselinus.

Sejumlah tokoh hadir dalam kegiatan ini, di antaranya rombongan Bupati Belu, Wakil Gubernur Papua Tengah, rombongan HBT, umat Paroki Katedral Atambua, serta umat Kapela Bunda Kristus Ekafalo dan Paroki Lurasik.
Rangkaian acara ditutup dengan perayaan misa yang dipimpin oleh Uskup Keuskupan Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Pr. Usai Misa, piagamaan rekor MURI diserahkan secara langsung kepada Uskup Atambua.*
Sumber: PenaBICARA.com/Rilis
