Pengecekan meliputi pompa air, mesin penggerak, generator, selang bertekanan tinggi, rangka apung hingga saringan air. (Pen Lanud Sjamsudin Noor)
Hajarbicara – Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tidak cukup hanya mengandalkan kecepatan saat api mulai membesar.
Kesiapan sumber air dan peralatan pemadaman menjadi bagian penting yang harus dipastikan sebelum ancaman kebakaran terjadi.
Hal itu menjadi perhatian Lanud Sjamsudin Noor melalui Satgas Pengamanan Irigasi Embung Jokowi yang terus memastikan seluruh fasilitas pendukung operasi Karhutla dalam kondisi siap digunakan, Jumat (4/9/2026).
Baca juga: Hemat Energi Bagian dari Agama? Ini Langkah PP Muhammadiyah
Embung Jokowi yang berada di kawasan Tegal Arum merupakan salah satu sumber air strategis untuk mendukung upaya pemadaman Karhutla, terutama di wilayah sekitar Bandara Syamsudin Noor.
Personel Satgas Irigasi Lanud Sam secara rutin melakukan pengamanan sekaligus pemeriksaan sarana dan prasarana.
Pengecekan meliputi pompa air, mesin penggerak, generator, selang bertekanan tinggi, rangka apung hingga saringan air.
Setiap komponen diperiksa secara teliti untuk memastikan tidak ada kerusakan maupun kendala teknis yang berpotensi menghambat distribusi air ketika sewaktu-waktu diperlukan dalam operasi pemadaman.
Tak hanya peralatan, kondisi keamanan kawasan Embung Jokowi juga mendapat perhatian serius. Pengamanan dilakukan selama 24 jam dengan sistem piket bergilir.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi fasilitas tetap terpantau sekaligus mengantisipasi potensi gangguan maupun munculnya titik api di sekitar kawasan.
Dalam mendukung kesiapan tersebut, Satgas Irigasi Lanud Sam juga berkoordinasi dengan unsur terkait.
Alat berat turut dimanfaatkan untuk menjaga akses menuju lokasi, menata saluran serta memastikan jalur distribusi air tetap terbuka dan berfungsi optimal.
Kesiapsiagaan ini menjadi bukti bahwa penanganan Karhutla bukan hanya soal memadamkan api ketika sudah berkobar.
Ada pekerjaan yang dilakukan jauh sebelumnya, mulai dari menjaga sumber air, merawat peralatan hingga memastikan personel selalu siap bergerak.
Dengan sistem pengamanan 24 jam, pemeliharaan sarana secara berkelanjutan dan sinergi lintas unsur, Lanud Sjamsudin Noor terus memperkuat dukungan TNI Angkatan Udara dalam menghadapi ancaman Karhutla di Kalimantan Selatan.
Setiap pompa yang dipastikan berfungsi, setiap saluran yang tetap terjaga dan setiap personel yang berjaga menjadi bagian penting dari kesiapan menghadapi api sekaligus upaya melindungi masyarakat dan lingkungan dari dampak Karhutla.
(Pen Lanud Sjamsudin Noor)
