Spread the love
  1.   Hajarbicara.com Manado – Alpianus Tempongbuka selaku Sekretaris Jenderal Organisasi Brigade Nusa Utara Indonesia (Ormas Adat BNUI) menilai ada sejumlah kejanggalan dalam proses seleksi Taruna Akpol di Polda Sulawesi Utara.

“Kami menilai ada sejumlah kejanggalan dalam Proses seleksi ini, mulai dari syarat tinggi Taruna Akpol yaitu 165Cm untuk pria di jalur Reguler tapi kami melihat ada satu Taruna Akpol yang tidak mencapai itu” Tutur Alpianus

Alpianus kembali menambahkan bahwa jalur Afirmasi khusus harusnya tetap diberlakukan sebagaimana telah disampaikan oleh KPRP agar mencipta luang bagi anak wilayah 3T untuk mendapat kesempatan menjadi Taruna, Taruni Akpol dengan berbagai kekurangan yang ada.

Wilayah 3T diketahui adalah wilayah yang rawan Konflik, rawan Peredaran barang Ilegal, punya bahasa lokal sendiri. Barang tentu sangat membutuhkan Putera, Puteri dari Daerah setempat karna paham situasi di wilayahnya.

Taruna, Taruni Akpol juga mencipta kejanggalan besar karna sudah Sepuluh (10) tahun lebih wilayah Nusa Utara tidak memiliki lulusan Akpol, apakah karna kekurangan fisik, otak atau apa? Namun nyatanya di tahun 2026 ini diketahui dua orang Putera asli Nusa Utara mampu lolos hingga perengkingan delapan (8) proses seleksi Akpol, namun keduanya harus menjadi daftar tunggu dan yang diloloskan adalah anak-anak bukan asli Daerah Sulawesi Utara.

Alpianus Tempongbuka sangat menyayangkan proses seleksi Taruna, Taruni Akpol di wilayah Sulawesi Utara namun yang lulus 90℅ notabene bukan berasal dari Sulawesi Utara.

Kami meminta agar segera di Atensi oleh pihak Polda Sulawesi Utara, maupun Bareskrim Polri jangan sampai mencipta spekulasi liar di tingkatan rakyat dan membuat rakyat makin tak percaya dengan Institusi Polri, Tutup Alpianus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *