
Hajarbicara.com Manado – Alpianus Tempongbuka selaku ketua Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi Eksekutif Wilayah Sulawesi Utara menilai Kapolda Sulawesi Utara gagal untuk memprioritaskan Masyarakat Sulawesi Utara.
“Dari Kuota Sulawesi Utara sebanyak 6 Orang, diketahui hanya 1 Orang yang lulus sebagai asli Sulawesi Utara sisanya berasal dari daerah luar, Pertnyaannya Apakah benar karna tidak memenuhi persyaratan? Tentu ini menjadi satu Pertanyaan besar, jika benar kita akan kembali pada tata Pendidikan yang ada di Sulawesi Utara “ Tegas Alpianus
Alpianus Tempongbuka kembali menambahkan pihaknya sangat menyayangkan Wilayah 3 T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) tepatnya Wilayah Nusa Utara tidak memiliki keterwakilan.
“Wilayah 3T merupakan Wilayah khusus dalam Proses seleksi, artian ketika tidak ada yang mampu lulus menjadi sebuah Pertanyaan besar.
Apakah benar karna tidak memenuhi Unsur, atau ada Permainan? “
Keterbukaan Informasi perlu dan Penting, agar tidak bias tafsir di tengah Masyarakat Sulawesi Utara terlebih Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP) telah sepakat ada jalur Afirmasi khusus untuk wilayah 3T.
Data menunjukkan angka ketersediaan personel di tiga wilayah kepulauan masih jauh dari harapan. Polres Kepulauan Talaud baru terpenuhi 37%, Polres Kepulauan Sangihe baru terpenuhi 42% dan Polres Kepulauan Sitaro bahkan baru terpenuhi 31%.
Untuk wilayah Sulawesi Utara sendiri baru 49℅ masih jauh dari angka yang semestinya, sehingga sangat disayangkan jika Kuota Sulawesi Utara lebih memprioritaskan Putera-Puteri luar Daerah Sulawesi Utara.
