IMG-20261007-WA0005
Spread the love

Hajarbicara – Polisi mengamankan sejumlah barang bukti dalam olah tempat kejadian perkara (TKP) ledakan ruko di kompleks San Antonio, Pakuwon City, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya, Selasa, 6 Oktober 2026.

Sejumlah barang yang diamankan di antaranya satu tabung gas LPG berkapasitas 50 kilogram beserta selang instalasi, kompor gas satu tungku, serta kipas angin.

Kepala Seksi Identifikasi Ditreskrimum Polda Jawa Timur, Kompol Sukris Tri Hartanto, mengatakan barang-barang tersebut ditemukan saat petugas melakukan pemeriksaan di lokasi dan diduga memiliki keterkaitan dengan insiden ledakan.

Baca juga: APBK-P 2026 Belum Dilaksanakan, Pejabat Eselon II Juga Belum Dilantik, DPRK Aceh Selatan Desak Pemkab Bertindak

“Dari hasil olah TKP ini, kami juga sudah menemukan beberapa barang bukti yang diduga ada kaitannya dengan ledakan ini,” kata Sukris kepada wartawan di lokasi, Selasa, 6 Oktober 2026.

Menurut Sukris, tabung LPG 50 kilogram bersama sejumlah peralatan memasak ditemukan di area dapur yang berada di bagian belakang ruko rumah makan nasi tempong.

“Barang bukti sementara yang ditemukan adalah tabung gas elpiji volume 50 kilogram, kemudian ada beberapa kompor gas satu tungku dan beberapa yang lain. Ada kipas angin,” jelasnya.

Baca juga: WARNING! Ketua Yustinus Tebai ungkap Hanya Ada 1 KNPI Papua Tengah, Sebut Pegang Mandat Sah dari DPP Pusat dan Dukungan Kabupaten

Meski demikian, polisi belum memastikan sumber maupun penyebab pasti ledakan. Termasuk dugaan apakah aktivitas memasak dan penggunaan kompor menjadi pemicu atau terdapat faktor lain yang menyebabkan terjadinya ledakan.

Seluruh barang bukti yang ditemukan selanjutnya masih menjalani pemeriksaan oleh tim Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Jatim.

“Untuk saat ini masih dalam proses analisa oleh tim Bidlabfor Polda Jatim,” ujar Sukris.

Ia menambahkan, pemeriksaan membutuhkan waktu untuk memastikan penyebab insiden berdasarkan hasil analisis dan pemeriksaan terhadap barang bukti yang ditemukan di lokasi.

Baca juga: Nama Frits Pangemanan Menembus Vatikan, Dukungan Jadi Dubes RI Filipina Menguat

“Karena itu perlu waktu, nanti dianalisa dulu oleh tim dari Bidlabfor Polda Jatim dan nanti akan disampaikan lebih lanjut perkembangannya oleh tim penyidik,” tambahnya.

Ledakan dilaporkan terjadi sekitar pukul 07.00 WIB. Dalam informasi awal, insiden tersebut diduga berkaitan dengan kebocoran pipa dari tabung LPG yang digunakan untuk aktivitas operasional restoran. Namun, dugaan tersebut masih harus dibuktikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya mencatat sebanyak 58 bangunan terdampak akibat ledakan tersebut. Rinciannya, 42 ruko dan 16 rumah hunian mengalami kerusakan.

Selain menyebabkan kerusakan bangunan, insiden tersebut juga mengakibatkan lima orang menjadi korban, terdiri dari empat pria dan satu wanita.

Kelima korban telah mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Haji Surabaya.

Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab ledakan serta menunggu hasil analisis laboratorium forensik terhadap barang bukti yang telah diamankan.

Sumber/foto; tim Promedia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *