IMG-20260909-WA0051
Spread the love

Hajarbicara – Aktivitas Gunung Anak Krakatau kembali meningkat dalam beberapa waktu terakhir.

Erupsi gunung api tersebut bahkan menyebarkan material vulkanik hingga ke sejumlah wilayah.

Salah satu momen erupsi Gunung Anak Krakatau pada 5 September 2026 turut terekam oleh pemancing yang berada di sekitar kawasan gunung tersebut.

Pemancing sekaligus konten kreator bernama Ocy membagikan video saat Gunung Anak Krakatau memuntahkan lava pijar.

Baca juga: Kisah Santo Yohanes Paulus II dan Pelajaran Kasih dari Seorang Tunawisma

Dalam unggahan terbarunya di akun TikTok @destinasiocy, Ocy juga menceritakan pengalaman rombongannya ketika berada di sekitar Krakatau sehari sebelum erupsi.

Menurutnya, pada 4 September 2026 kondisi siang hari masih terlihat normal. Ia bersama rombongan bahkan sempat bertemu dengan kelompok pemancing lainnya.

“Kami mancing di tanggal 4 September 2026 itu kurang lebih baru 5 jam atau 3 jam, itu mancing di sekitar Krakatau. Kondisinya siang itu aman saja, makanya kita mancing, tapi memang masih cari spot,” ujar Ocy dalam video yang dikutip Rabu (9/9/2026).

Ombak Mendadak Membesar

Rombongan kemudian berpindah menuju Sea Mount Reef (SMR) untuk mencari lokasi memancing.

Baca juga: Suzuki XL7 2022 Digadaikan Lagi, Pemilik Cari Mobilnya

Namun, kondisi laut tiba-tiba berubah. Ombak menjadi jauh lebih besar sehingga mereka hanya bertahan sekitar satu jam sebelum memutuskan kembali ke kawasan Krakatau.

“Sampai di SMR, ternyata ombak besar banget. Dari kanan kapal, kita mancing cuma satu jam. Setelah itu kembali ke Krakatau,” tuturnya.

Rombongan kemudian tiba kembali di sekitar Krakatau sekitar pukul 23.00 WIB.

Saat itulah mereka mulai merasakan kondisi yang berbeda. Ombak laut semakin besar dan tidak lama kemudian terdengar suara letusan dari Gunung Anak Krakatau.

“Sudah mulai ada tanda aneh. Laut tiba-tiba ombak besar banget. Setelah itu ada letusan dari gunung, dari sekitar pukul 23.30 WIB sampai besoknya, tanggal 5 September 2026 subuh,” jelas Ocy.

Baca juga: Kebakaran Pabrik Plastik Balaraja Belum Padam 48 Jam, 33 KK Mengungsi dan Kerugian Capai Rp10 Miliar

Demi keselamatan, rombongan kemudian mencari tempat untuk berlindung. Saat erupsi berlangsung, material vulkanik bahkan sampai mengenai kapal mereka.

Terdengar Dentuman dari Gunung

Ocy mengatakan kondisi laut ketika itu cukup mengkhawatirkan. Selain ombak yang tinggi, mereka juga mendengar suara dentuman yang berasal dari arah Gunung Anak Krakatau.

“Waktu itu ombaknya tinggi banget, kita juga dengar dentuman dari Gunung Anak Krakatau waktu meletus itu,” ungkapnya.

Rombongan akhirnya memutuskan tidak melanjutkan aktivitas memancing dan memilih kembali demi keselamatan.

“Kita nggak lanjutin mancing karena kita memutuskan untuk keselamatan. Ombaknya gede banget dan kena erupsi,” katanya.

Baca Juga: Ketua Naga Hitam Hendra Jacob, Ucapkan Selamat Ulang Tahun Ketua Pertina Kota Manado Jeane Laluyan

Kapal Dipenuhi Pasir Hitam

Dalam video lainnya yang telah ditonton lebih dari 12 juta kali, Ocy memperlihatkan kondisi kapalnya setelah terdampak material erupsi.

Bukan hanya abu, material berupa pasir kasar juga terlihat memenuhi sejumlah bagian kapal.

Ia mengaku sempat mengira suara yang terdengar di atas kapal adalah hujan. Namun setelah diperiksa, suara tersebut ternyata berasal dari material pasir yang jatuh akibat erupsi.

“Itu pasir kasar, bukan debu. Pas datang dikiranya suara hujan, enggak tahunya pasir,” ujar Ocy.

Pengalaman tersebut menjadi kesaksian bahwa kondisi laut di sekitar Gunung Anak Krakatau dapat berubah dengan cepat, meski beberapa jam sebelumnya masih terlihat aman untuk beraktivitas.

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi

Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi pada Rabu (9/9/2026). Erupsi yang terjadi pada pukul 00.47 WIB tersebut terekam berlangsung selama sekitar 28 detik.

Baca juga: Penuh Doa dan Harapan, Adolfien Wangania Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-50 kepada Jeane Laluyan

Masyarakat maupun wisatawan diimbau tetap mematuhi rekomendasi keselamatan dan tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau.

Aktivitas masyarakat juga diimbau tidak dilakukan dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *