Hari kedua PKKMB STISPOL Wira Bhakti berlangsung di TPB Margarana, Tabanan, Sabtu (29/8/2026).

Mahasiswa baru STISPOL Wira Bhakti mengikuti rangkaian PKKMB di TPB Margarana, Marga, Tabanan. (dok. STISPOL Wira Bhakti)

Spread the love

Poin penting

  • Hari kedua PKKMB STISPOL Wira Bhakti digelar di TPB Margarana, Tabanan, Sabtu (29/8/2026).
  • Mahasiswa baru mendapat pembekalan sejarah perjuangan Bali, wawasan kebangsaan, PPKPT, dan pembentukan karakter.
  • TPB Margarana dan Program Studi Pariwisata STISPOL Wira Bhakti menandatangani MoU kerja sama.

 

HajarBICARA – Mahasiswa baru STISPOL Wira Bhakti Denpasar mendapat pembekalan tentang sejarah perjuangan dan nilai kebangsaan dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027.

Pada hari kedua, Sabtu (29/8/2026), kegiatan berlangsung di Taman Pujaan Bangsa (TPB) Margarana, Marga, Tabanan.

Baca juga: Boy Thohir: Kerja Sama Pendidikan Indonesia-China Kunci Cetak Talenta Unggul

Pemilihan TPB Margarana menjadi bagian dari upaya memberikan pengalaman pembelajaran langsung kepada mahasiswa baru mengenai sejarah perjuangan di Bali.

Mereka mengikuti sejumlah kegiatan yang diawali dengan persembahyangan bersama pada pagi hari.

Setelah itu, mahasiswa melakukan tabur bunga dan mengunjungi Museum TPB Margarana.

Rangkaian tersebut menjadi pengantar sebelum peserta mengikuti sesi khusus mengenai sejarah kawasan perjuangan tersebut.

Pengelola TPB Margarana, A.A. Nanik Suryani, S.T., kemudian menyampaikan materi “Mengenal Sejarah TPB Margarana: Merawat Sejarah, Meneladani Nilai Perjuangan”.

Baca juga: Dugaan Pungli Seragam Rp1 Juta di SMPN 3 Tigaraksa

Nanik menjelaskan bahwa TPB Margarana memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar monumen untuk mengenang peristiwa masa lalu.

Menurutnya, kawasan tersebut juga menjadi bagian dari proses pembentukan karakter bangsa (nation character building).

Dalam penyampaiannya kepada mahasiswa baru, Nanik menyoroti besarnya pengorbanan generasi terdahulu dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

Ia menyebut 1.372 pahlawan gugur dalam rentang perjuangan 1946–1949 di Bali.

“Banyak dari mereka yang gugur di medan perang seusia dengan adik-adik mahasiswa sekarang dan belum berkeluarga. Mereka berani berkorban demi masa depan Republik ini. Semangat itulah yang harus diwarisi,” tutur Nanik di hadapan mahasiswa baru.

Pesan perjuangan tersebut, kata Nanik, perlu diterjemahkan sesuai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini.

Baca juga: Apdesi Pastikan Pembangunan Infrastruktur Loloda Utara Aman

Ancaman terhadap bangsa tidak hanya berbentuk penjajahan fisik, tetapi juga muncul melalui kebodohan, penyebaran hoaks, dan degradasi moral.

Ia pun mendorong mahasiswa menggunakan perkembangan teknologi sebagai sarana untuk menjaga keberlanjutan pengetahuan sejarah.

Media sosial dinilai dapat dimanfaatkan untuk membuat serta menyebarluaskan konten edukatif mengenai sejarah dan nilai kepahlawanan.

Dalam materi sejarah itu, Nanik turut membahas surat balasan I Gusti Ngurah Rai kepada pimpinan pasukan Belanda, Overste Termeulen.

Surat tersebut mencerminkan sikap yang teguh terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta integritas moral para pejuang dalam mempertahankan kedaulatan bangsa.

Perkuat Potensi Wisata Sejarah

Mahasiswa baru mendapat pembekalan sejarah perjuangan, wawasan kebangsaan, PPKPT, dan pembentukan karakter.
Foto bersama saat PKKMB STISPOL Wira Bhakti Denpasar di TPB Margarana Tabanan, Bali.

Momentum PKKMB juga dimanfaatkan untuk memperkuat hubungan kelembagaan antara TPB Margarana dan STISPOL Wira Bhakti.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara TPB Margarana dan Program Studi Pariwisata STISPOL Wira Bhakti.

Ketua Program Studi Pariwisata STISPOL Wira Bhakti, Alfret Otu, menyatakan kebanggaannya atas terjalinnya kemitraan tersebut.

Menurut Alfret, nilai historis yang dimiliki TPB Margarana menjadi salah satu kekuatan yang dapat dikembangkan dalam bidang pariwisata.

“Kami sangat bangga. Selain memiliki nilai sejarah yang tinggi, TPB Margarana selama ini dirawat dengan sangat baik sehingga memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata sejarah yang berkarakter dan unik,” ujar Alfret.

Dari aspek kehidupan kampus, mahasiswa baru juga mendapatkan pembekalan mengenai Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (PPKPT). Materi tersebut disampaikan oleh Dr. Drs. I Nengah Suriata, S.H., M.H.

Dosen Pancasila itu juga mengaitkan materi dengan wawasan kebangsaan. Mahasiswa diperkenalkan dengan Tri Pusaka Bangsa serta Empat Pilar Kebangsaan.

Menjelang berakhirnya seluruh rangkaian, mahasiswa baru mengikuti pengucapan Sumpah Mahasiswa STISPOL Wira Bhakti di wantilan TPB Margarana.

Prosesi tersebut berlangsung penuh semangat dan ditutup dengan pekik merdeka disertai kepalan tangan ke udara.

Antusiasme peserta juga terlihat dalam lomba yel-yel serta atraksi UKM Pencak Silat Ciung Wanara. Seluruh kegiatan PKKMB tersebut dimotori oleh BEM STISPOL Wira Bhakti.

Ketua STISPOL Wira Bhakti, Dr. Ir. I Wayan Sugiartana, S.T., M.M., kemudian menutup secara resmi rangkaian kegiatan hari kedua. Setelah acara selesai, mahasiswa baru kembali ke kampus.* (Sumber: PenaBICARA.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *