IMG-20260512-WA0012
Spread the love

Hajarbicara – Viral di media sosial video seorang ibu mengajak anak balitanya menghadiri konser yang digelar di area waterpark pada malam hari. Video tersebut menuai pro dan kontra dari warganet.

Dalam video yang diunggah ulang akun Threads @delvanitautari pada Senin, 11 Mei 2026, terlihat suasana konser berlangsung di kolam renang dengan musik keras dan keramaian pengunjung.

Sorotan publik tertuju pada kondisi sang balita yang tampak tertidur meski masih berada di area kolam dan dikelilingi suara musik nyaring.

“Anaknya tidur, ini anaknya tidur,” ucap seorang pria dalam video tersebut.

Video lain juga memperlihatkan balita itu tetap bermain air menggunakan ban karet bersama sang ibu.

Belakangan diketahui video asli diunggah melalui akun TikTok @nurdidit99. Lokasi acara disebut berada di A’Famosa Waterworld Melaka, Malaysia.

Sang ibu kemudian memberikan penjelasan setelah videonya viral di media sosial Indonesia. Ia mengatakan anaknya telah berusia hampir dua tahun dan pihak pengelola tidak melarang anak kecil masuk ke area konser.

“Usia anak saya masuk 2 tahun, kalau ada larangan anak tak boleh masuk, mereka tak akan bagi anak masuk. Ni biasa mandi air hangat, coba deh datang kesini lihat dulu baru komen dengan baik,” tulisnya dalam kolom komentar.

Ia juga menegaskan bahwa saat itu banyak anak-anak lain yang ikut bermain air di lokasi acara.

“Ini jam 7 malam, saya datang lepas Maghrib, anak-anak juga banyak di sana. Kecuali saya bawa bayi masih merah, emang ada dugem tempat ginian?” ujarnya.

Meski begitu, video tersebut tetap memancing kritik dari warganet. Banyak yang menilai kondisi sang balita sudah terlalu lelah dan seharusnya segera dibawa pulang untuk beristirahat.

“Keluar malam masih oke, tapi berendam di air malam-malam? Tiduran di air? Enggak diangkat?” tulis akun @lol*****w.

“Itu adeknya udah ngantuk, udah bobo, bisa-bisanya maksain banget dibawa berendem,” komentar akun @yar*******a.

“Udah ngantuk itu, kecipratan air langsung kaget gitu,” tambah akun @suc********m.

Viralnya video tersebut turut mendapat perhatian dokter spesialis anak, dr. Tita Menawati. Melalui unggahan media sosialnya, ia menjelaskan sejumlah risiko kesehatan apabila balita berada terlalu lama di lingkungan dingin dan bising pada malam hari.

“Mohon maaf tante dokter stitch video di atas yaa Bun, sebagai edukasi kita bersama,” tulisnya.

Menurut dr. Tita, tubuh bayi dan balita belum mampu mengatur suhu tubuh sebaik orang dewasa sehingga lebih rentan mengalami hipotermia.

“Saat malam hari, terkena hujan, dan pakaian basah, suhu tubuh bayi bisa turun cepat,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa kondisi tubuh yang terlalu dingin dapat membuat daya tahan tubuh anak menurun dan lebih mudah terserang infeksi.

Selain itu, suara musik yang terlalu keras di area konser disebut berisiko mengganggu pendengaran anak yang masih sensitif.

“Konser identik dengan suara sangat nyaring. Telinga bayi masih sensitif, sehingga berisiko mengganggu pendengaran dan membuat bayi stres, rewel, atau sulit tidur,” paparnya.

Tak hanya itu, dokter Tita juga menyoroti potensi gangguan pola tidur hingga meningkatnya risiko penularan penyakit di tengah keramaian.

“Risiko tertular penyakit dari keramaian juga lebih tinggi, mulai dari batuk pilek, influenza, hingga infeksi lainnya,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *