IMG-20260908-WA0006
Spread the love

Hajarbicara –  Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria diduga melompat dari peron ke jalur rel di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, viral di media sosial.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (8/9/2026), ketika rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line hendak melaju menuju arah Bekasi.

Dalam video yang beredar, pria tersebut terlihat berada di tengah jalur rel selama beberapa detik. Situasi itu sontak membuat penumpang yang berada di peron panik dan histeris.

Baca juga: Polres Minahasa Buktikan Kepedulian Lewat Baksos dan Tali Asih Jelang Hari Bhayangkara

Unggahan akun Instagram @lbj_jakarta menyebut pria tersebut melompat ke jalur rel sesaat sebelum KRL memasuki jalur 2 Stasiun Tanah Abang.

“Usai melompat, pria tersebut sempat berdiri beberapa detik di tengah rel,” demikian keterangan dalam unggahan tersebut.

Beruntung, masinis yang melihat keberadaan pria itu langsung melakukan pengereman darurat. KRL akhirnya dapat berhenti sebelum terjadi kecelakaan.

Baca juga: Perubahan KUA dan PPAS 2026 Disepakati, Gubernur Yulius Tekankan Anggaran Berorientasi pada Kesejahteraan Rakyat

Setelah kereta berhenti, pria tersebut kemudian kembali naik ke peron. Ia terlihat melakukan sujud selama beberapa saat sebelum akhirnya berdiri.

Masinis Langsung Lakukan Pengereman

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, membenarkan adanya peristiwa tersebut.

Baca juga: Pidato Walikota Andrei Angouw di HUT ke-403 Manado Jadi Sorotan, Tekankan Persatuan dan Kemajuan Kota

Menurut Karina, kejadian bermula ketika seorang pria melompat ke jalur rel sesaat sebelum Commuter Line tujuan Manggarai masuk ke jalur 2.

Masinis yang mengetahui adanya orang di jalur rel langsung melakukan pengereman untuk menghindari terjadinya kecelakaan.

“Dengan sigap petugas masinis melakukan pengereman untuk menghindari temperan dengan yang bersangkutan,” kata Karina dalam keterangannya, Selasa (8/9/2026).

Setelah kereta berhasil dihentikan, pria tersebut segera kembali naik ke peron.

Baca juga: Kisah Santo Yohanes Paulus II dan Pelajaran Kasih dari Seorang Tunawisma

“Usai pengereman, yang bersangkutan segera melompat kembali ke atas peron,” lanjutnya.

Masinis kemudian berkoordinasi dengan petugas pengamanan stasiun untuk mengamankan dan menenangkan pria tersebut.

Karina memastikan kejadian itu tidak menyebabkan gangguan terhadap operasional perjalanan KRL.

“Kejadian ini tidak menimbulkan kendala operasional dan perjalanan Commuter Line kembali berjalan melayani naik turun pengguna di peron 2 Stasiun Tanah Abang secara normal,” jelasnya.

Baca juga: GPN 08 Sulut Desak Wali Kota Manado Andrei Angouw, Evaluasi Kadis PUPR

Petugas Amankan Pria

Kapolsek Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo mengatakan, petugas keamanan dalam (PKD) stasiun langsung menuju lokasi setelah mengetahui kejadian tersebut.

Pria itu kemudian diamankan dan dibawa ke ruang Pos PAM untuk didata serta dimintai keterangan.

“Setelah kondisi tenang, penumpang dibawa ke ruang Pos PAM untuk didata dan dimintai keterangan,” ujar Dhimas.

Namun, saat dimintai keterangan, pria tersebut cenderung bungkam.

“Saat dimintai keterangan dan diinterogasi, penumpang cenderung bungkam dan menunjukkan indikasi gangguan kesehatan mental,” katanya.

Baca juga: Asal-usul Solar dan Pemilik Muatan Dipertanyakan, Mobil Tangki Solar Disorot

Karena kondisi tersebut, petugas tidak dapat melakukan pemeriksaan lebih mendalam.

Sekitar pukul 19.53 WIB, petugas dari Yayasan Pusat Rehabilitasi Madani Mental Health Care tiba di Stasiun Tanah Abang untuk menjemput pria tersebut.

Selanjutnya, sekitar pukul 20.00 WIB, PKD Stasiun Tanah Abang bersama BKO Marinir menyerahkan pria tersebut kepada petugas yayasan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Beruntung, insiden tersebut tidak sampai menimbulkan korban maupun mengganggu perjalanan KRL.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *