IMG-20260905-WA0011
Spread the love

Hajarbicara – Gunung Anak Krakatau di kawasan Selat Sunda dilaporkan mengalami erupsi berulang sejak Jumat (4/9/2026) hingga Sabtu (5/9/2026) dini hari.

Aktivitas gunung api yang berada di antara pesisir barat Banten dan pesisir selatan Lampung itu turut dirasakan warga di sejumlah wilayah.

Salah satunya warga di Pandeglang, Banten, yang mengaku mendengar suara dentuman berulang disertai getaran pada pintu dan jendela rumah.

Laporan tersebut beredar melalui akun Instagram @bantenraya pada Sabtu (5/9/2026).

Dalam unggahan itu disebutkan, warga tidak merasakan adanya gempa, namun rumah mereka sempat bergetar dan suara dentuman terdengar beberapa kali.

Kondisi tersebut membuat warga berharap adanya penjelasan resmi dari pihak berwenang agar informasi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau tidak berkembang menjadi kepanikan.

Asap Tebal Jadi Sorotan Peneliti BRIN

Aktivitas Gunung Anak Krakatau juga mendapat perhatian Peneliti Senior Pusat Riset Iklim dan Atmosfer Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Erma Yulihastin.

Melalui akun X pribadinya, @EYulihastin, Erma menyoroti kepulan asap tebal yang terlihat membumbung dari kawasan Gunung Anak Krakatau.

Menurut analisisnya, kolom erupsi diperkirakan dapat mencapai ketinggian sekitar 13 kilometer atau mendekati lapisan tropopause.

Erma menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian, terutama apabila material erupsi dalam jumlah besar terbawa sirkulasi atmosfer.

Ia menjelaskan, fenomena tersebut berkaitan dengan sirkulasi Hadley yang memungkinkan material yang dilepaskan di wilayah tropis berpotensi terbawa menuju kawasan lain, termasuk wilayah subtropis.

“Kalau sampai secoklat ini terpantau satelit padahal di atas lautan, berarti letusannya tebal nih,” tulis Erma.

Ia juga menyinggung adanya aktivitas erupsi yang menghasilkan gemuruh serta lava fountain atau semburan lava pijar.

Status Gunung Anak Krakatau Level III atau Siaga

Sementara itu, berdasarkan laporan pengamatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), kondisi Gunung Anak Krakatau masih menjadi perhatian menyusul peningkatan aktivitas vulkanik.

Dalam laporan pengamatan Sabtu (5/9/2026) pukul 11.30 WIB, cuaca di sekitar gunung dilaporkan berawan hingga mendung dengan angin lemah hingga sedang menuju barat laut.

Pengamat Gunung Api PVMBG, Rioboneik Situmorang, melaporkan gunung terlihat jelas hingga tertutup kabut dengan tingkat 0-III. Pada saat pengamatan, asap kawah tidak teramati.

Adapun status Gunung Anak Krakatau tercatat berada pada Level III atau Siaga.

Masyarakat maupun wisatawan diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.

Informasi mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau diimbau merujuk pada laporan resmi PVMBG dan instansi berwenang guna menghindari informasi yang tidak terverifikasi.***

Foto dan berita (Istimewa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *