Hajarbicara – Upaya melestarikan warisan budaya Nusantara terus dilakukan dengan berbagai cara kreatif. Salah satunya melalui kegiatan “Wastra With Gen-Z” yang digelar di Star Square Bahu Mall, Manado, pada 15 Agustus 2026.
Kegiatan yang digagas Panitia Wastra With Gen-Z ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal sekaligus mencintai kain wastra sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia.
Tidak sekadar memperkenalkan kain tradisional, kegiatan tersebut juga mendorong anak-anak muda, khususnya Gen-Z, agar semakin tertarik menjadikan wastra sebagai bagian dari gaya berbusana atau outfit sehari-hari.
Acara diawali dengan lomba mewarnai motif pola wastra untuk kategori TK dan SD. Puluhan peserta turut ambil bagian dan menunjukkan kreativitas mereka dalam mengenal berbagai motif kain tradisional.
Suasana semakin meriah dengan penampilan tari budaya yang dibawakan dengan balutan kain wastra tradisional. Pertunjukan tersebut sekaligus menjadi sarana untuk memperlihatkan bahwa wastra dapat dikemas secara kreatif dan dekat dengan kehidupan generasi muda.
Selain lomba dan pertunjukan seni, panitia juga menghadirkan sesi edukasi melalui talkshow yang membahas makna serta filosofi di balik berbagai motif wastra. Peserta diajak memahami bahwa setiap motif dan kain tradisional memiliki nilai sejarah serta cerita budaya yang patut dijaga.
Ketua Panitia Wastra With Gen-Z mengatakan, kegiatan seperti ini penting untuk terus dilaksanakan karena dapat menjadi pengingat bagi setiap generasi baru terhadap kekayaan budaya Indonesia.
“Acara seperti ini harus terus dilestarikan dan diadakan setiap tahun, karena baik untuk mengingatkan setiap generasi baru akan budaya wastra,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelestarian budaya tidak harus dilakukan melalui kegiatan yang formal dan kaku. Justru, pendekatan yang menyenangkan dan dekat dengan anak-anak dinilai lebih efektif dalam menumbuhkan kecintaan terhadap budaya.
“Kami percaya bahwa pelestarian budaya harus dimulai dari sesuatu yang menyenangkan dan dekat dengan anak-anak. Melalui lomba dan tarian, kami ingin wastra tetap hidup di hati Gen-Z,” katanya.
Ke depan, Panitia We Are The Organizers berkomitmen menjadikan “Wastra With Gen-Z” sebagai kegiatan reguler yang dapat digelar secara berkelanjutan.
Dengan dukungan masyarakat, kegiatan ini diharapkan tidak hanya berlangsung setiap tahun, tetapi juga dapat menjangkau lebih banyak sekolah dan daerah di Sulawesi Utara.
Wastra pun diharapkan tidak sekadar menjadi warisan masa lalu, tetapi terus hidup, dikenakan dan dibanggakan oleh generasi muda sebagai identitas budaya Nusantara.
