WhatsApp Image 2026-10-09 at 17.16.15
Spread the love

Hajarbicara – Satuan Tugas (Satgas) Yonif 9 Marinir dilaporkan terlibat kontak tembak dengan kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap IV/Sorong Raya di kawasan Sungai Frambu, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, Jumat (9/10/2026).

Dalam kontak tembak tersebut, tiga anggota kelompok bersenjata OPM dilaporkan terkena tembakan dan meninggal dunia. Namun, identitas para korban masih disebut berdasarkan dugaan.

Satu jenazah diduga merupakan Manfred Fatem, yang disebut menjabat sebagai Danops OPM Kodap IV/Sorong Raya. Sementara itu, dua orang lainnya, yang diduga bernama Anton Fatem dan Yesias Fatem, dilaporkan terbawa arus sungai dan masih dalam pencarian.

Dari lokasi kejadian, Satgas mengamankan satu pucuk senjata api jenis AK-101. Adapun satu pucuk senjata jenis Caracal dilaporkan turut terbawa arus sungai.

TNI Tegaskan Operasi Dilaksanakan Secara Profesional

Panglima Komando Operasi (Pangkoops) TNI Habema, Brigjen TNI Riyanto, S.I.P., M.M., M.T., menegaskan bahwa operasi tersebut dilaksanakan secara profesional, terukur, dan sesuai ketentuan hukum, dengan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat.

“Setiap ancaman bersenjata yang membahayakan keselamatan masyarakat dan aparat harus ditangani secara tegas dan profesional. Namun tujuan utama kami adalah menciptakan ruang aman agar masyarakat dapat hidup tenang, pelayanan publik berjalan, dan kehidupan sosial kembali tumbuh,” tegas Pangkoops.

Menurutnya, upaya menjaga keamanan di wilayah Papua tidak hanya berfokus pada penanganan ancaman bersenjata, tetapi juga menciptakan kondisi yang memungkinkan masyarakat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman.

TNI Ajak Anggota OPM Tinggalkan Kekerasan

Di tempat terpisah, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Muhammad Nas menegaskan komitmen TNI untuk melindungi keselamatan masyarakat sekaligus mendorong terciptanya situasi keamanan yang kondusif di Papua.

Ia juga mengajak anggota OPM untuk meninggalkan aksi kekerasan, meletakkan senjata, dan kembali bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kami mengajak anggota OPM untuk meletakkan senjata, kembali ke pangkuan NKRI, dan bersama-sama membangun Papua yang aman dan damai demi masa depan masyarakat yang lebih baik,” tegasnya.

Perkembangan lebih lanjut mengenai pencarian dua orang yang dilaporkan terbawa arus sungai serta kepastian identitas para korban masih menjadi bagian penting dari informasi yang perlu dikonfirmasi oleh pihak berwenang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *