f947440e-0baa-45d7-941d-44c0f7617955
Spread the love

Hajarbicara – Dugaan praktik permainan harga solar subsidi mencuat di SPBU 73.956.04 yang berada di Desa Warembungan, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa.

Manager SPBU berinisial FT alias Fiddy  disebut-sebut meraup keuntungan besar dari penjualan solar subsidi kepada pengepul dengan harga di atas ketentuan resmi.

Sejumlah sopir dump truk dan kendaraan ekspedisi mengaku dipaksa membeli solar subsidi dengan harga Rp7.900 per liter, jauh di atas harga resmi solar subsidi yang berada di kisaran Rp6.800 per liter.

“Kalau isi di atas 100 liter, kami diwajibkan bayar dengan harga yang sudah dipatok itu. Kalau tidak mau, kami tidak diberi izin mengisi solar,” ungkap salah satu sopir berinisial BA.

Berdasarkan hasil penelusuran di lapangan, praktik tersebut diduga berlangsung setiap hari. SPBU itu disebut menerima pasokan sekitar 8.000 liter solar subsidi per hari.

Namun, sebagian solar diduga dijual kepada pengepul atau mafia BBM subsidi dengan harga yang telah dimanipulasi.

“Keuntungan mereka bisa mencapai Rp5 juta sampai Rp8 juta per hari,” ujar seorang sopir ekspedisi kepada media ini.

Para sopir mengaku resah dengan kondisi tersebut karena dinilai sangat merugikan masyarakat kecil dan pelaku usaha yang benar-benar membutuhkan BBM subsidi untuk operasional kerja.

Di tengah kelangkaan BBM di sejumlah daerah, praktik penjualan solar subsidi kepada mafia justru diduga lebih diprioritaskan dibanding kebutuhan masyarakat umum.

Warga dan para sopir pun mendesak aparat penegak hukum serta instansi terkait segera turun tangan melakukan pemeriksaan terhadap dugaan penyalahgunaan distribusi BBM subsidi tersebut.

Jika terbukti, praktik itu dinilai melanggar ketentuan pendistribusian BBM bersubsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat dan sektor usaha tertentu sesuai aturan pemerintah.

Hingga berita ini diterbitkan, tim media masih berupaya melakukan klarifikasi kepada pihak pengelola SPBU Warembungan terkait dugaan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *