Wadir 1000 Cahaya Dr. Sudarto sebut audit energi Gedung PP Muhammadiyah penting untuk mengevaluasi penggunaan daya dan celah perbaikan. (dok. 1000 Cahaya)
Poin Penting
- Efisiensi Energi Berbasis Agama: Penghematan energi di Gedung PP Muhammadiyah berlandaskan doktrin keagamaan (QS. Al-A’raf: 56) dan spirit KH Ahmad Dahlan untuk menjaga kelestarian lingkungan, bukan sekadar menekan biaya operasional.
- Evaluasi dan Implementasi Edaran: Audit dilakukan untuk menjalankan Surat Edaran PP Muhammadiyah No. 5/EDR/I.0/B/2026 sekaligus menguji tingkat efektivitas pemanfaatan panel surya yang telah terpasang.
- Pemeriksaan Berstandar ISO: Tim 1000 Cahaya mengaudit gedung selama empat hari mengacu pada SNI ISO 50001 dan 50002, mencakup keandalan alat kelistrikan, faktor keamanan, hingga kebiasaan pengguna ruang.
HajarBICARA – Muhammadiyah menegaskan bahwa gerakan penghematan energi bukan sekadar kalkulasi ekonomi untuk memangkas tagihan listrik, melainkan bagian dari kesadaran beragama dan tanggung jawab merawat lingkungan.
“Kita berniat hemat energi bukan semata-mata karena pertimbangan ekonomi dan praktis, tapi juga karena ada pemahaman ideologis, filosofis, dan doktrin keagamaan yang menjadi kesadaran kita,” tegas Sekretaris PP Muhammadiyah, M. Izzul Muslimin, saat membuka Kick Off Meeting Audit Energi di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Rabu (2/9/2026).
Baca juga: Perubahan KUA dan PPAS 2026

Izzul menjelaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan memiliki dasar teologis yang kuat, seperti pesan Al-Qur’an surah Al-A’raf ayat 56 mengenai larangan membuat kerusakan di bumi. Menurutnya, spirit ini selaras dengan perjuangan pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan.
“Kalau KH Ahmad Dahlan masih hidup sekarang, saya kira beliau akan melihat persoalan-persoalan yang sekarang kita hadapi, termasuk persoalan kerusakan lingkungan, persoalan keadilan, dan persoalan umat,” tuturnya.
Ia menekankan bahwa efisiensi penggunaan listrik dan pendingin udara harus dijadikan kebiasaan sehari-hari. Lewat audit ini, Muhammadiyah juga mengevaluasi performa panel surya yang sudah dipasang di gedung pusat. “Panel surya sudah kita pasang. Seberapa efektif panel surya ini, itu juga perlu kita lihat,” tambah Izzul.
Implementasi Edaran Organisasi dan Standar ISO

Langkah ini merupakan perwujudan Surat Edaran PP Muhammadiyah Nomor 5/EDR/I.0/B/2026 tentang Imbauan Efisiensi dan Budaya Hidup Hemat.
Dalam pelaksanaannya, Muhammadiyah bekerja sama dengan tim dari Program 1000 Cahaya. Menurut Wakil Direktur Program 1000 Cahaya, Dr. Sudarto M. Abukasim, Gedung PP Muhammadiyah Jakarta merupakan fasilitas keempat yang diaudit setelah tiga rumah sakit Muhammadiyah di Yogyakarta dan Jakarta.
Auditor Energi Senior 1000 Cahaya, Ruby Dharmapala, menyebutkan bahwa proses evaluasi selama empat hari ini mengacu pada standar baku SNI ISO 50001 (Sistem Manajemen Energi) dan SNI ISO 50002 (Audit Energi).
Pemeriksaan lapangan meliputi tiga fokus utama:
- Aspek Teknis: Evaluasi sistem kelistrikan, pencahayaan, pendingin udara, dan efektivitas panel surya.
- Aspek Perilaku: Pengamatan kebiasaan pengguna ruang dalam mengonsumsi energi.
- Aspek Keselamatan: Pemeriksaan kelayakan dan keamanan instalasi listrik.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan walk through atau peninjauan langsung ke seluruh ruangan untuk mengumpulkan data primer.
Hasil akhir audit ini akan dijadikan acuan perbaikan tata kelola energi di Kantor PP Muhammadiyah sekaligus model percontohan bagi seluruh jaringan Persyarikatan.
